HIPPMA-KONUT Gelar Dialog "CSR tambang Konawe Utara Dinamika Realitas dan Dampak"

Posted on 11 March 2020 08:03 | Oleh Teropongsultra | Viewer 1316

KENDARI (TEROPONGSULTRA) Kabupaten Konawe Utara merupakan salah satu daerah yang memiliki sebaran potensi nickel seluas 82.626,03 Hektar dengan cadangan Nickel 46.007.440,652 dimana 75% dari total wilayah kabupaten konawe utara menyimpan cadangan ore nickel. Namun keberadaan kegiatan dan atau usaha tambang di Konawe Utara ini banyak di persoalkan oleh berbagai kalangan.

Untuk mendiskusikan soal CSR Tambang Konawe Utara, utamanya dikalangan eksekutif, legislative, akademisi, korporasi, dan aktivis Mahasiswa. pada 10 Maret bertempat Di Kopi Kita Kendari Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kabupaten Konawe Utara (HIPPMA-KONUT) menggelar dialog. kegiatan tersebut, dikemas dalam dialog public dengan tema "CSR Tambang Konawe Utara Dinamika Realitas & Dampak"

Dr. Asrip Putra, S.E, M.Si selaku narasumber di hadapan peserta dialog mengatakan Masyarakat Konawe Utara jangan berharap bisa sejahtera dengan bentuk CSR yang dilakukan oleh perusahaan tambang saat ini
Sebab kalau tidak ada progress pendirian pabrik pemurnian Nickel itu sama saja bohong

"Konawe utara sebenarnya telah kecolongan bagaimana tidak kita diapit oleh dua kabupaten yang telah memiliki pabrik pemurinan nickel diantaranya Kabupaten Morowali PT IMIP, dan Kabupaten Konawe PT VDNI, inilah yang menjadi PR Pemda Konawe Utara untuk bagaimana bisa menghadirkan pabrik di kabupaten Konawe utara mengingat konawe utara adalah salah satu daerah pemasok ore nickel terbesar,"kata dia

Sementara itu, Wasekjed PB HMI Ikram Pelesa yang turut hadir sebagai Narasumber menuturkan bahwa " program CSR yang dilakukan Perusahaan Tambang di Konawe Utara hanyalah bentuk pencitraan semata untuk menutup berbagai macam kesalahaan.

Kalau kita mau telaah lebih dalam CSR harusnya mencakup Sosial, Ekonomi, Pendidikan atau bentuk pemberdayaan jangka panjang bukan pemberian bantuan fisik seperti pembangunan masjid atau sebagainya, inilah yang perlu kita sosialisasikan di Masyarakat agar mereka paham bagaimana sebenarnya Konsep dari CSR Ini

Ditempat yang sama Ketua, HIPPMA-KONUT, Wildanun mengatakan kegiatan ini untuk membahas soal CSR Tambang di Konawe Utara dengan diskusi ini, Wilda berharap Pemuda Pelajar dan Mahasiswa yang hadir paham tentang Konsep CSR Tambang yang sebenarnya, kami juga sangat menyayangkan ketidakhadiran Bupati Konawe Utara padahal Panitia telah mengundang beliau secara resmi.

"Jika Bupati Konut tadi hadir kami ingin mempertanyakan tentang PERDA CSR di kabupaten Konawe Utara apakah sudah ada atau belum," jelas wildanun


Baginya, Persoalan CSR merupakan PR Besar Pemda Konawe Utara untuk segera menyusun PERDA CSR yang memiliki otoritas penuh dalam melakukan pengawasan terkait tanggung jawab para investor yang berinvestasi di Kabupaten Konawe Utara. dan Insha Allah kegiatan dialog ini tidak akan berakhir sampai disini selanjutnya kita akan turun ditengah-tengah masyarakat guna mensosialisasikan Regulasi CSR yang sebenarnya, " tutupnya.

Laporan : Iksan binsar

Tags :