Tolak Kendaraan Berbasis online, Puluhan Penumpang Angkot Kendari, Diturunkan Secara Paksa

Posted on 18 December 2017 09:12 | Oleh Teropong | Viewer 1744

KENDARI,TeropongSultra.id- Melanjutkan aksi penolakan terhadap angkutan Grab berbasis online, puluhan penumpang Angkutan Umum Kota (Angkot) Rute Kota Lama menuju Wuawua Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diturunkan secara paksa dari Angkot, oleh masa aksi demo yang menolak beroprasinya kendaraan Grab tersebut,Senin (18/12/2017).

Salah seorang penumpang Reni (22) mengaku kaget dan kebingungan saat angkot yang ia tumpangi dihadang dan para penumpang dipaksa turun.

"Kita dipaksa turun di tengah jalan dan sekarang kita kebingungan mau naik apa lagi karena angkot dan taksi semuanya lagi mogok kerja," ungkapnya.

Sementara itu, menanggapi aksi tersebut, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Kendari, Rahmad Buyung mengatakan pemberhentian ini merupakan aksi solidaritas Angkutan Umum Konvensional baik itu Angkot maupun Taxi konvensional di Kota Kendari.

"Ini adalah aksi solidaritas, semua angkot dan taxi ikut dalam aksi ini," ujar Rahmad.

Kendati demikian,dalam demo penolakan terhadap kendaraan berbasis online itu, pihaknya tidak melakukan aksi mogok, menurutnya para sopir bisa kembali beroperasi setelah aksi demo selesai pada siang hari nanti.

"Ini bukan mogok dan kita juga tidak ada niat mau menghalang-halangi teman-teman untuk mencari rezky, dan kami juga mengucapkan permohonan maaf kami yang sebesar-besarnya kepada para penumpang yang terpaksa kami turunkan. Namun setelah aksi demo ini kita bisa beroperasi lagi dan kembali mencari rezky untuk keluarga kita," pungkasnya.

 

Laporan : Emil

Editor     : Kevin

 

 

 

 

 

Tags :