"Pemda Wakatobi Peringati HUT PGRI dan Hari Guru Nasional"
WAKATOBI - (TEROPONGSULTRA) - Sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan tanggal 25 November selain sebagai HUT PGRI juga sebagai Hari Guru Nasional.
Untuk memperingati momentum yang berharga ini, Pemda Wakatobi memberikan apresiasi terhadap dedikasi guru. Salah satu bentuk penghargaan tersebut adalah dengan diselenggarakannya upacara bendera memperingati Hari Guru Nasional tahun 2018 di depan Kantor Bupati Wakatobi.
"Seorang guru yang profesional hendaknya mampu merawat jiwa sosialnya. Para guru Indonesia adalah para pejuang pendidikan yang sesungguhnya yang menjalankan peran, tugas, dan tanggung jawab mulia sebagai panggilan jiwa. Dengan segala tantangan dan hambatan. para guru Indonesia berada di garda terdepan dalam pencerdasan kehidupan bangsa," ungkap Sekda Wakatobi, Muh Ilyas Abibu, saat memimpin HUT Guru Nasional, Senin (26/11/2018).
Kata Sekda, bangsa ini menitipkan amanah kepada Guru untuk mengembangkan jati diri mereka dan membentuk karakter generasi penerus bangsa agar bangsa ini menjadi bangsa yang tangguh.
"Guru profesional adalah guru yang telah memenuhi kompetensi dan keahlian inti sebagai pendidik. Hal tersebut tentu tidak akan dapat diwujudkan jika para guru berhenti belajar dan mengembangkan diri. Jiwa korsa guru harus senantiasa dipupuk agar dapat saling membantu dan mengontrol satu sama lain," jelasnya.
Marilah kita jadikan Hari Guru Nasional ini sebagai semangat untuk terus membangun peradaban bangsa sehingga Indonesia menjadi bangsa yang berbudaya, cerdas, bermutu dan berkarakter, serta mampu bersaing dalam kancah pergaulan global.
Sayangnya, dalam pelaksanaan HUT PGRI dan hari Guru Nasional itu, peserta upacara tidak di indahkan memakai seragam PGRI. Hal tersebut membuat Ketua PGRI Wakatobi geram dan angkat bicara.
"Meskipun hari ini Pemda Wakatobi turut serta meramaikan HUT PGRI dan hari Guru Nasional, akan tetapi kami dari PGRI Wakatobi sangat kecewa. Karena kami tidak diundang, bahkan peserta upacara memakai baju Korpri, bukan PGRI," sesalnya.
Reporter: Wan
Tags :
