BPOM Sulbar, Sosialisasi KIE di Mamuju Utara
Mamuju utara TEROPONGSULTRA. ID - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar) adakan sosialisasi di Hotel Trisakti Pasangkayu Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Senin (20/11/2017), dengan tema “Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Obat dan Makanan” yang dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sulbar.
Hadir pada kegiatan KIE tersebut yakni Bupati Matra, Wakil Bupati Matra, Kapolres Matra, Pengadilan Negeri Pasangkayu, SKPD Matra, Mahasiswa, Tokoh Masyarakat, Kepsek SMA 1 Pasangkayu, Kepsek SMP 1 Pasangkayu dan para tamu undangan.
Wakil Gubernur Sulbar Hj Enni Anggraeni Anwar dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan ini erat kaitannya bagi ibu-ibu dan anak-anak di Sulbar, khususnya di Kabupaten Matra bukan cuma di Matra untuk melalukan Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman (Germas Sapa).
“Obat-obatan itu sedikit menjadi obat, banyak menjadi kiamat, apalagi yang saat ini sangat meresahkan orang tua,khususnya bagi anak sekolah, maka dengan ini saya sangat mengapresiasi kegiatan ini”, jelasnya.
Tambah Anggraeni, terkait pangan yang ada di Sulbar, masih banyaknya produk-produk belum memiliki nomor pendaftaran, khususnya industri rumah tangga, tercatat dari 433, baru yang sudah memiliki izin PIRT sekitar 120.
“Maka dengan itu saya mengharapkan kepada Dinas Kesehatan dan BPOM agar diberi pendampingan untuk segera mendapatkan izin industri rumah tangga, tanpa izin itu, masyarakat kita akan susah memasarkan produk-produk rumah tangganya”, ujarnya.
Sementara itu, Bupati Matra H Agus Ambo Djiwa mengatakan, dengan adanya sosialisasi Germas Sapa ini akan menambah wawasan semua yang hadir dan dapat lebih teliti/perhatikan makanan yang akan di konsumsi khusus bagi umat Islam walaupun itu sudah berlabel.
“Jangankan makanan, obat-obatan atau kosmetik juga kita harus teliti, khususnya ibu-ibu yang mau lebih cantik lagi maka perhatikanlah produk yang akan dibeli”, ucapnya.
Hal senada dikatakan Kepala BPOM Sulbar Netty Nurmuliawaty bahwa, dalam pengolahan produk makanan, sering dijumpai yang menggunakan formalin, meskipun hal tersebut tidak terjadi di daerah Matra. Olehnya itu para peserta kegiatan harus mengantisipasi hal yang tak diinginkan.
“Selaku BPOM mengantisipasi serta mengajak seluruh stekholder seperti, Pemerintah, pengusaha, dalam hal ini bergerak bersama-sama memperkuat koordinasi serta memperdayakan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam mengkomsumsi pangan yang bebas, aman dan jauh dari bahan berbahaya”, ungkapnya.
Laporan : E Syam
Tags :
