KENDARI - Sebuah video yang di unggah akun FB @lias sempat menghebohkan pengguna sosmed. di mana, dalam video yang berdurasi 1 menit 29 detik itu, terlihat seorang pria yang berkaos hitam yang belakangan di ketahui adalah pengguna jasa mengalami penganiayaan dari preman di pelabuhan Amolenggo kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sultra
Akibat penganiayaan tersebut, beragam komentar pun datang dari warga sosmed yang mengecam aksinya mulai dari komentar " Jgn di kasih ampun para pelaku pungutan liar tangkap hari ini minta maaf bsok atau lusa berbuat lagi serta Komentar Enak betul minta maaf,harus ada efek jera,spy tdk berbuat lagi.
Terkait video viral itu, Kepala UPTD Pelabuhan Amolenggo, Amrin Malaka menjelaskan jika kejadian pemukulan yang di alami oleh pengguna jasa dan saat ini viral itu, pelakunya murni adalah preman bukan dari Staf UPTD Pelabuhan
Dikatakannya, pelakunya bukan dari Staf pelabuhan seperti yang pernyataan koran dalam Video namun, ada preman yang minta uang ke pengguna jasa sebesar Rp 20 ribu setelah itu, dia minta tambah namun pengguna jasa itu enggan memberikan Sehingga terjadi adu mulut dan Fisik, " terang dia kepada wartawan saat di hubungi Rabu 8 Desember 2021
Amrin juga menjelaskan bahwa kejadian itu terjadi pada bulan November 2021 lalu serta menepis anggapan di luar yang menyebut adanya pungutan liar di kawasan pelabuhan Amolenggo
Dia juga menyayangkan aparat yang berjaga tidak berada di lokasi saat kejadian sehingga insiden pemalakan yang disertai pemukulan terhadap pengguna jasa tidak perlu terjadi. " Harusnya aparat selalu berada di lokasi. sebab itu merupakan tugas mereka menyangkut Masalah keamanan di kawasan pelabuhan,"tutupnya
Laporan ; TIM
Tags :
