Bocah SD di Hamili, Pembina Pesantren RI – 1 Habib Abu Djibril Basyaiban Angkat Bicara

Posted on 09 November 2019 19:27 | Oleh Teropongsultra | Viewer 1792

JOMBANG, (TEROPONGSULTRA) - Malang benar nasib Bunga (korban), bocah yang masih duduk di kelas VI (enam), Sekolah Dasar di Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur-Jatim, harus mengalami trauma berat karena dijadikan budak seks oleh Y tetangganya sendiri.

Kejadian terbongkarnya kehamilan bunga, berawal saat korban mengeluh pusing sehingga orangtuanya membawa Bunga untuk diperiksa ke bidan kampung terdekat. namun dari hasil pemeriksaan, korban di nyatakan positif hamil dengan usia kandungan empat bulan.

Meski kasus ini di Jombang telah viral namun belum mendapat respon dari pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan aparat penegak hukum

Sejumlah kalanganpun beraksi meminta KPAI dan penegak hukum untuk bertindak tegas agar pelaku dituntut berat

Sementara itu menurut pengakuan S yang juga ibu korban, selama ini korban sudah tiga kali di perkosa pelaku saat sedang sendirian dalam rumah. Korban tak pernah mengadu karena diancam akan di bunuh,"katanya

“Disitu saya kaget, lalu tanya ke Bunga, siapa yang membuatnya hamil sampai seperti ini? Jawabannya, tetangga kami, “ ujar S, saat ditemui beberapa media beberapa waktu lalu, Senin (21/10/2019).

Menanggapi yang dialami Bunga, Pembina Pesantren RI – 1, Habib Abu Djibril Basyaiban mengatakan, pemerintah harus segera menindaklanjuti masalah ini, karena ini masalah serius yang mana akan menjadi malapetaka bagi generasi muda jika tidak di proses hukum. “Kita harus tegas dalam hal masalah ini. Coba bayangkan jika hal ini terjadi pada keluarga kita, "ujar Habib Abu Djibril Basyaiban.

Menurut Habib Abu Djibril Basyaiban pemerintah harus mengedepankan sisi kemanusiaan atau memperhatikan nasib Bunga yang saat ini hamil, pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatanya di depan hukum apalagi bunga masih duduk di bangku SD

Habib pun berharap agar penegak hukum segera menjemput bola dan segera memperoses pelaku agar kejadian ini tidak terulang lagi pada bunga lainya

(Marihot Tampubolon)

Tags :