Aksi Brutal Oknum Security Liquid, Kini Berujung Di Kursi Pesakitan.
KENDARI- TEROPONGSULTRA- Aksi main hakim sendiri yang di pertontonkan beberapa security Liquid clarion tentu saja tak layak untuk di ikuti bagaimana tidak aksi mereka mengeroyok salah seorang penggunjung yang menghadiri acara ultah saudaranya harus berahir dengan luka memar di sekujur tubuhnya dan mendapat perawatan khusus
Dikutip dari laman TNC, aksi main hakim sendiri yang di lakukan beberapa security Liquid kini berujung di kursi pesakitan sebut saja Darlitno (35) yang kini sedang dalam peroses persidangan.
Retno (29) korban pengeroyokan oleh beberapa security, merupakan Warga Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga dirinya mendapatkan kekerasan saat sedang merayakan ulang tahun kakaknya, pada 11 Mei 2017 lalu
Akibatnya, korban mengalami luka memar disekujur tubuhnya, sehingga harus menjalani perawatan di kediamannya. Retno juga sudah melakukan visum ke Rumah Sakit. Alhasil, berdasarkan hasil visum tersebut, terjadi keretakan pada bagian kepala korban.
“Begini yang mulia, kejadiannya tanggal 11 Mei 2017 lalu sekitar pukul 01.00 Wita, saat itu saya sedang ditempat karaoke studio 33 acara ulang tahunnya kakak saya. Waktu itu memang ada keributan, tapi yang buat teman kakak saya Ekawati bukan saya,” beber Ratno, saat memberikan kesaksian dipersidangan, Rabu 8 November 2017.
Kemudian, kata dia, saat sedang berada di room karaoke tersebut, tiba-tiba security yang bertugas ditempat tersebut menghampiri dirinya.
“Saat itu, diroom kurang lebih ada 10 orang. Saya tidak tau apa-apa, tiba-tiba ada yang bertengkar mulut antara laki-laki teman kakak saya. Setelah itu, Securty pun datang dan merangkul saya di bawah turun keparkiran, pas dibawah disitu saya pun bertemu terdakwa secara berhadapan, dan dia langsung mencabut badiknya dan mengejar saya yang mulia,” papar Ratno.
Namun saat pengejaran, Ratno sempat terjatuh dan pada saat itulah terdakwa melancarkan aksinya, dengan menghujam pukulan ditubuhnya.
“Pas saya lari saat dikejar oleh security itu, disitu saya jatuh dan langsung dikroyok kurang lebih ada tiga orang. Tapi terdakwa saya tidak lihat jelas mukanya, karena posisinya di tempat gelap dan saya juga masih dibawah pengaruh alkohol, waktu saya dipukul posisi saya dibawah, disitu saya dipukul dibagian kepala bahkan saya di injak juga, ” jelasnya.
Anehnya, hingga saat ini kedua Security yang ikut melakukan pengroyokan terhadap korban, sama sekali belum ditetapkan sebagai tersangaka. Sebab, menurut pengakuan terdakwa saat diepriksa dikepolisian, Darlitno tidak menyebutkan identitas pelaku lainnya saat kejadian itu berlangsung.
Untuk diketahui, pasca peristiwa tersebut, Terdakwa bersama dengan Manager Clarion telah berkunjung kerumah korban untuk meminta maaf atas insiden itu. Namun yang ia sesalkan pihak Clarion sendiri tidak sedikitpun memberikan biaya santunan, untuk perawatan atas luka memar yang dideritanya.
Sumber : TNC
editor : Blue sky
Tags :
