Kendari, TeropongSultra.id-Cita-cita Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Kendari, Kolonel Laut Prio Budie Leksono untuk mengembangkan potensi pariwisata lewat ajang President Cup sepertinya harus pupus. Banyak hal yang menurutnya menjadi kendala, terutama berkaitan dengan harapannya membangun potensi pariwisata di Kendari, yang terkendala persoalan sinergitas pemerintah setempat.
“Harusnya Kendari bisa menjadi tumpuan, atau terminal wisata di Sultra. Ibukota Provinsi memiliki andil besar untuk menentukan wajah pariwisata daerah di mata dunia. Tapi kalau tidak ada sinergitas dan kemitraan yang baik antar stekholder pendukung, saya rasa cita-cita kami mempromosikan pariwisata lewat event President Cup harus pupus,” ungkap Prio, saat ditemui di Markas Pangkalan TNI AL (Lanal) Kendari, Rabu (28/2/2018).
Pria kelahiran Bangkalan 49 Tahun silam ini juga mengaku miris melihat potensi alam Kendari yang masih jauh dari ekspektasi wisata yang memadai. Dicontohkannya, Teluk Kendari yang kaya akan potensi wisata mangrove, harusnya dikelola lebih maksimal. Dengan pengelolaan memadai, Teluk Kendari menurutnya akan menjadi salah satu destinasi wisata bahari yang juga bisa mendukung program kepariwisataan dan olahraga air, termasuk ide penyelenggaraan President Cup yang sejak setahun silam di cetuskannya.
“Belum ada terobosan sampai saat ini, sinergitas nol besar. Tidak perlu jauh-jauh, Teluk kendari misalnya, potensi wisata bahari nya masih bisa dikelola, belum terlambat untuk memperbaiki kerusakan lingkungan disana. Harusnya semua pihak kedepannya bisa bersinergi dalam pengelolaan dan pemanfaatannya,” ungkapnya.
Terakhir, penerima penghargaan jasa Wira Dharma ini berharap agar Pangkalan Militer TNI AL Kendari dibawah kepemimpinan Danlanal selanjutnya, bisa meneruskan cita-cita masyarakat mewujudkan wilayah maritim yang nyaman, aman, didukung dengan sinergitas lintas stekholder yang lebih baik pula.
“Kalau seandainya bisa diperbaiki, sebaiknya pemerintah lebih mawas diri lagi. Tugas ini merupakan tugas kita bersama, pariwisata tidak hanya berbicara soal perjalanan hura-hura, tapi sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih mencintai dengan ikut melestarikan dan menjaga lingkungan alam itu sendiri,” tutupnya.
Penulis: Iam
Editor: Dika
Tags :
