TKA Ke Sultra, Anoa Syndicate: Sikap Gubernur dan DPRD Aneh

Posted on 25 June 2020 15:56 | Oleh Teropongsultra | Viewer 982

JAKARTA - (TEROPONGSULTRA) Masuknya 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok di Kendari, terus menuai kecaman dari berbagai pihak. Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara, H Ali Mazi yang semula menolak mendadak melempem berubah sikap menjadi melenah.

Gejolak masyarkat dan mahasiswa melalui aksi protes dan penutupan akses jalanpun seperti tak ada artinya, buktinya seratusan TKA gelombang pertama, melenggang mulus dengan pengawasan ketat aparat keamanan.

Tak kalah mengherankan, Ketua DPRD SulawesiTenggara yang semula terlihat mencak-mencak dan tidak terima saat mengetahui kedatangan TKA di Bumi Anoa, namun hanya hitungan hari, politisi PAN itupun melunak dan cenderung mengikuti langkah Gubernur untuk membuka pintu selebar-lebarnya.

"Ini aneh, ada perubahan sikap drastis dari Kepala Daerah, yang sebelumnya menolak lalu menerima masuknya tenaga kerja asing, ini menjadi catatan, ada pertanyaan besar yang muncul, kenapa berubah?," ujar Founder Anoa Syndicate, Maul Gani, (25/6/2020).

Kendati demikian hal menjadi wajib dilakukan saat masuk 'paksanya' TKA ini, menurut Maul pemerintah harus mampu menyertakan kajian dan alasan rasional, sehingga masyarakat memahami termasuk menjelaskan dampak yang akan timbul dan antisipasi yang harus dilakukan dengan masuknya TKA ini.

"Apakah benar mereka punya keahlian yang tidak dimiliki oleh tenaga lokal? Bagaimana rasio penyertaan tenaga kerja lokal yang diterima? dampak sosio kemasyaakatan, sebab harus dipahami di Mega Indusri ada masyarakat yang harus dipastikan kesehatannya, apalagi di tengah pandemi penularan Covid-19, takutnya malah menjadi claster baru penyebaran corona,"jelasnya.

Anoa Syndicate juga memita kepada pemerintah, pihak imigrasi dan semua yang terlibat penuh dan melakukan pengawasan ekstra ketat di wilayah-wilayah yang menjfi tujuan TKA.

"Kita berharap tidak ada masalah, aksi-aksi penolakan yang terjadi merupakan gambaran, pemerintah tidak serius dalam menyikapi persoalan yang ada," tutupnya.

(TIM/red)

Tags :