KENDARI, (TEROPONGSULTRA) - Pasca tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, Imawan Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi, Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara dan Gubernur Sultra, Ali Mazi membentuk tiga tim investigasi untuk mengusut tuntas peristiwa berdarah tersebut.
Ketiga tim Investigasi itu memiliki fungsi yang berbeda. Ke tiga tim itu adalah tim investigasi Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Sultra, tim Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (propam) dan tim gabungan yang dibentuk langsung oleh Gubernur Sultra, yang terdiri dari TNI-Polri.
Tim investigasi dari Ditkrimum Polda Sultra bertujuan untuk melakukan pengungkapan secara scientific. Sementara tim Propam bertugas melakukan investigasi terhadap internal kepolisian dan tim gabungan yang dibentuk Ali Mazi nantinya bertugas untuk menyelidiki kasus tersebut.
Dir Intelkam Polda Sultra, Kombes Pol Hartoyo mengatakan, tim investigasi yang telah dibentuk saat ini tengah bekerja mengumpulkan bukti dan petunjuk atas kasus yang menewaskan Randi dan Yusuf saat melakukan demonstrasi di gedung DPRD Sultra 26 September lalu.
Seluruh tim investigasi yang sudah dibentuk itu kata perwira tiga balok kuning di pundaknya ini akan bekerja secara profesional dan terbuka tanpa ada hal yang ditutup-tutupi.
"Tadi Wakapolda sudah menyampaikan surat kepada Ombudsman untuk menyiapkan tim pengawasan agar mengawasi kegiatan tim investigasi yang sudah dibentuk," kata Kombes Pol Hartoyo dihadapan ratusan kader Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah yang berunjuk rasa di depan Mapolda Sultra, Senin, (30/09/2019).
Lebih lanjut Hartoyo juga mengungkapkan jika pihaknya membuka diri apabila ada tokoh-tokoh masyarakat yang ingin terlibat dalam mengawasi kerja tim investigasi yang sudah terbentuk itu.
"Apa bila ada tokoh-tokoh lain yang berkeinginan untuk mengawasi agar melaporkan, agar kami fasilitasi. Saya yakin mereka bekerja profesional dan kita perlu diawasi," ungkapnya. (N-RZ)
Tags :
