KENDARI, TEROPONGSULTRA.ID - Banjir bandang yang menimpa warga Kabupaten Konawe Utara (Konut) mengakibatkan 7 rumah hanyut terseret banjir dan 79 rumah terendam banjir yang terjadi 3 desa diantaranya Desa Landewa Utara sebanyak 34 KK atau 140 jiwa, Desa Polara Indah 33 KK atau 141 jiwa dan Desa Tamba Kua 22 KK atau 114 jiwa, sehingga 395 jiwa terpaksa mengungsi di posko darurat.
Melihat kondisi ini, beberapa elemen pemuda dan mahasiswa yang tergabung organisasi penguyuban tingkat kecamatan Kab. Konut melakukan bakti sosial dengan melakukang penggalangan dana di perempatan lampu merah depan KCF Wuawua Kota Kendari.
Hal ini sebagai kepedulian kami terhadap korban banjir untuk mengurangi beban para korban yang tidak lain adalah bagian dari keluarga kami semua, tutur Masnur yang tidak lain sebagai ketua pemuda pelajar mahasiswa Kec. Wiwirano.
Lanjut, Mansur mengatakan banjir bandang ini diakibatkan meluapnya sungai landewa tentunya tidak terlepas dari kegiatan investasi perkebunan kelapa sawit dan tambang nikel selama ini beroprasi di Konut yang tidak memperhatiakan kelangsungan lingkungan hidup terutama perambahan kawasan hutan lindung.
"Dulunya masi banyak hutan sederas apapun hujan tidak ada namanya banjir apalagi banjir bandang, tetapi dengan kodisi hutan gundul yang semakin memprihatinkan. Sehingga saat ini musing hujan datang menjadi momok menakutkan bagi masyarakat takutnya banjir bandang kembali melanda. Ujar mansur yang juga aktifis Himpunan Mahasiswa Islam.
Di tempat yang sama, Subardin juga mengatakan turut berduka atas kejadian ini, tidak ada satu orangpun yang mengharapkan bencana ini hadir, tapi apa boleh buat ini sudah kehendak tuhan yang maha esa tidak ada yang bisa menghalanginya.
Bancana ini sebagai pelajaran dan intropeksi diri masyarakat khususnya pemerintah daerah Kab. Konut untuk tidak semerta merta menerima investor di bidang pertambangan karna ini kelalain para investor pertambangan selama ini beroperasi yang kurang memperhatiakn kondisi lingkungan hidup bekelanjutan, buktinya banyak limbah tambang mencemari sungai yang mengakibatkan pendangkalan sungai di Konut. Sehingga di musim hujan datang sungai gampang meluap, tutur Subardin sebagai Ketua Himpuman Pemuda Pelajar Mahasiswa Kec. Landawe.
Hal yang sama dikatakan Sapril yang juga ketua himpunan pelajar dan mahasiswa Kec. Oheo, "kegiatan penggalangan dana ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kampung halaman karna kami tahu persis bahwa bencana ini telah mengakibatkan banyak kerugian, sehingga dengan penggalangan dana ini setidaknya dapat mengurangi beban korban banjir, ujarnya.
Kegiatan penggalangan dana akan kami lakukan selama seminggu dan hasilnya kami antarkan langsung kepada korban banjir. tutupnya
Laporan :siddik
Tags :
