PHK 25 Karyawan, FPKU Nilai PT. SJSU Diskriminasi Pekerja Lokal

Posted on 16 May 2020 21:24 | Oleh Teropongsultra | Viewer 1469

KONUT,(TEROPONGSULTRA)- Tindakan PT. Sinar Jaya Sultra Utama (SJSU) yang telah melakukakan PHK sepihak terhadap 25 karyawan dinilai sangat mendiskriminasi para pekerja lokal asal Konawe Utara (Konut).

Pasalnya 25 karyawan yang telah di PHK tersebut diketahui adalah masyarakat lokal asli Konut dan ironisnya PT. SJSU juga merupakan perusahaan lokal asal Konut yang disinyalir adalah milik salah satu orang ternama di Sultra. " beber Koordinator Front Pemuda Konawe Utara (FPKU), Sulaiman Alpamba.

“Kami tidak dalam rangka mengintervensi perusahaan dalam mengambil keputusan terkait PHK 25 pekerja lokal Konut itu, namun janganlah ada diskriminasi terhadap pekerja lokal dengan alasan efesiensi karyawan," ungkapnya, Sabtu (16/5/2020).

Berdasarkan hasil investigasi dan fakta di lapangan, lanjutnya, pekerja yang di PHK, ada yang kontraknya masih dua bulan tapi di PHK, sementara kita sudah cek ada yang habis masa kontraknya tapi tidak di PHK, jadi sesuai hasil investigasi tersebut FPKU akan segera menyurak ke DPRD Konut agar segera dilakukan hearing.

“Ini maslah serius, jadi Kami akan melayangkan surat ke Disnaker dan permohonan hearing ke DPRD Konut Komisi A supaya semua jelas. Sumber daya alam Konut yang begitu kaya, harusnya dinikmati oleh masyarakat di daerah ini, tapi kenyataannya tidak sesuai fakta di lapangan. Sebagaimana yang kita ketahui, PT. SJSU boleh dikatakan perusahaan lokal Konut,” tegasnya.

Ditempat yang sama Ketua FPKU, Yayat Hidayat SH menyampaikan, agar Dirut Utama (Dirut) PT. SJSU, Indra Hadiwinanto Asiku harus mengambil sikap tegas, terkait tuntutan pekerja yang di PHK, demi rasa keadilan dan menghindari diskriminasi.

“Sudah seharusnya Dirut mengambil sikap tegas dan segera melakukan perombakan serta pergantian dalam internal manajemen PT. SJSU site Waturambaha terhadap KTT, HSE (K3), dan HRD. Agar tidak ada lagi diskrimasi terhadap pekerja lokal,” tutupnya.

Laporan: One

Tags :