KENDARI - (TEROPONGSULTRA) - Aksi Massa Yang di motori Lembaga perhati Masyarakat Sulawesi Tenggara atau (LPM - Sultra) kembali menggelar aksi unjuk rasa pada rabu 31/10/18 di beberapa titik di kota kendari guna memfreshure dugaan pelanggaran yang terjadi di KSOP Kendari
Unjuk rasa yang di gelar LPM - Sultra merupakan buntut dari adanya dugaan penyalahgunaan fungsi dan tugas Syahbandar sebagai mana telah diatur dalam PM 34 tahun 2012 tentang tugas untuk melaksanakan pengawasan dan penegakkan hukum di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran serta kordinasi kegiatan pemerintah di pelabuhan.
Selain itu dalam pasal 3 PM 34 tahun 2012, bahwa pelaksanaan dan pemenuhan kelautan kapal, keselamatan, keamanan dan ketertiban di pelabuhan serta penerbitan surat persetujuan berlayar, pelaksanaan pengawasan tertib lalulintas kapal diperiran dan alur pelayaran, pelaksanaan pengawasan kegiatan ahli muat di perairan pelabuhan.
Akan tetapi, ironisnya peraturan yang telah di tetapkan sama sekali tidak di indahkan oleh kepala syahbandar dan otoritas kepelabuhanan (KSOP)
Koordinator lapangan, Dasrun mengatakan, bahwa syahbandar tidak menjalankan UU yang telah diamanatkan, karena banyak dugaan mark up dan tindak pidana korupsi yang terjadi di wilayah hukum KSOP kendari.
"KOSP Kendari telah memberikan keleluasaan dalam izin berlayar kapal penumpang rute pelabuhan Nusantara Kendari hingga ke beberapa pelabuhan yang tersebar di seluruh pulau Sultra dengan kapasitas muatan lebih sehingga rentan terjadi kecelakaan, " Ini harusnya ditindak tegas," teriaknya.
Selain itu KSOP kendari juga tidak serius melakukan pengawasan terhadap kapal dan ABK, di buktikan dengan adanya kasus ABK kapal meninggal di tengah laut namun korban tersebut tidak terdaftar dalam dokumen KSOP kendari.
Dan yang paling ironis kata Dasrun Pelabuhan Bungkutoko belum layak penggunaan, dikarenakan rapat keputusan bersama antara instansi wilayah pelabuhan hanya simulasi/uji coba akan tetapi KSOP kendari menjadikan hal tersebut sebagai rutinitas.
"Ini aksi kedua kami dan Insa Allah kami akan terus lanjutkan dengan aksi susulan lainya.
Laporan : TIM
