KENDARI- TEROPONGSULTRA- Organisasi Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kendari, bersama komunitas Jurnalis Jalan-jalan Sultra, menyalurkan bantuan logistik ke tenda darurat korban kebakaran, di Gang Beringin, Asrama Cantik, Kompleks Kampus Universitas Haluoleo (UHO), Kendari, Minggu (4/2/2018). Bantuan tersebut diberikan langsung kepada Aco, salah satu perwakilan pengungsi.
"Kami sangat bersyukur, karena saat-saat genting seperti ini, bantuan logistik dan pakaian lah yang sangat kami butuhkan, terimakasih untuk tim jurnalis yang sudah menyambangi kami hari ini," ujar Aco.
Mirkas, selaku perwakilan dari Organisasi dan Komunitas tersebut mengatakan bahwa penyaluran bantuan ini di inisiasi oleh rekan-rekan Jurnalis yang merasa peduli dan berinisiatif untuk bergerak cepat ke lokasi pengungsian.
"Pasca musibah, kami secara swadaya bergerak cepat untuk mengumpulkan sebagian dari harta kami bagi. Bentuk kepedulian kami adalah kami berinisiatif untuk terjun langsung ke lokasi musibah. Bantuan yang jauh dari sempurna ini semoga bisa membawa manfaat bagi saudara-saudara kita," urai Mirkas
Sebelumnya, sejumlah pihak telah membantu memenuhi kebutuhan sandang dan pangan pengungsi, mulai dari tenda darurat dari Kepolisian Resor Kendari, serta kebutuhan logistik yang disalurkan oleh Kementerian Sosial wilayah setempat.
Pantauan sejumlah awak media, kondisi sehari pasca musibah kebakaran sangat memprihatinkan. Tak ada satupun harta benda yang tersisa. 44 penghuni yang terdiri dari 22 Mahasiswi, 19 Mahasiswa, dan 3 penghuni lintas profesi di 14 blok Asrama ini pun harus rela kehilangan beberapa dokumen penting, termasuk KTP, Ijazah, 4 unit Laptop, serta berkas administrasi Mahasiswa lainnya. Semua harta benda milik mereka ludes dalam musibah kebakaran yang terjadi Sabtu dini hari (3/2/2018) tersebut.
Kerugian materil yang harus ditanggung oleh 44 pengungsi, berkisar 7 hingga 8 juta rupiah tiap blok hunian. Namun, kerugian diakui Aco bukan hanya dari sisi materil saja, kerugian moril yang ditanggung pasca musibah adalah pertanggungjawaban terhadap Orangtua mereka yang menggantungkan harapan jauh di perantauan.
"Setelah musibah ini, kami harus mengurus berkas-berkas yang ludes dilalap api. Perjuangan kami Sekolah bertahun-tahun ludes sekejap. Ini yang harus kami pertanggung jawabkan, tidak hanya kepada keluarga, tapi juga Guru-guru kami yang sudah mendidik kami selama ini," urai Aco.
Menanggapi hal itu, Mirkas selaku delegasi Organisasi dan Komunitas tersebut berjanji akan mengakomodir bantuan bagi korban pasca musibah.
"Kami akan tetap mengakomodir bantuan selanjutnya untuk saudara-saudara kita. Disini juga kami harapkan agar pihak terkait juga terketuk hatinya untuk menyisihkan waktu dan sebagian hartanya, melihat kondisi saudara kita yang sebagian besar merupakan Mahasiswa tidak mampu, kebanyakan mereka merantau untuk Sekolah disini. Dokumen-dokumen kependudukan dan sejumlah berkas yang hilang harap di akomodir oleh Pemerintah setempat," Harap pria bertubuh tambun ini.
Diketahui, sejumlah bantuan logistik dan pakaian masih dibutuhkan oleh 44 pengungsi saat ini. Termasuk selimut, pakaian, perangkat sholat, perkakas dapur darurat, serta ketersediaan air bersih.
Laporan : Ardika birulangit
Tags :
