Jelang Idul Fitri 1439 H, Konsumsi Pertamax dan Bright Gas di Sultra Meningkat

Posted on 14 June 2018 07:38 | Oleh Teropong | Viewer 1108

KENDARI, TEROPONGSULTRA - Kendari, Jelang lebaran, atau memasuki H-3 Idul Fitri 1439 Hijriyah, penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sulawesi Tenggara tercatat meningkat, khususnya untuk penggunaan BBM berkualitas Pertamax dan Pertalite.
 
Selama masa Satgas Ramadan dan Idul Fitri yakni tanggal 30 Mei 2018 hingga H-3 Lebaran, kenaikan BBM secara signifikan terjadi untuk Pertamax dimana realisasi konsumsi rata-rata harian Pertamax naik 33,3% atau mencapai 24 Kiloliter (KL) di atas konsumsi harian normal. Pada periode yang sama, konsumsi Pertalite ikut naik sebesar 30% yakni 423 KL/Hari dibandingkan konsumsi harian normal. Adapun, untuk konsumsi harian Premium ikut meningkat 4,2% dari konsumsi harian normal yakni 465 KL/hari.
 
Unit Manager Communication & CSR MOR VII, M. Roby Hervindo menjelaskan, meningkatnya  konsumsi BBM berkualitas baik jenis gasoline maupun diesel, menggambarkan konsumen atau dalam hal ini masyarakat sudah menyadari pentingnya kualitas dan performa bahan bakar untuk kendaraannya. "Berkaca dari realisasi konsumsi BBM masa Satgas Ramadhan dan Idul Fitri 2017 lalu, juga terjadi peningkatan konsumsi Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertalite. Jadi ini adalah sebuah tren yang menunjukkan sebagian konsumen sudah beralih ke bahan bakar berkualitas,” ujarnya.
 
Di sisi lain, konsumsi LPG turut mengalami peningkatan jelang lebaran. Selama masa Ramadan hingga H-3 Idul Fitri 1439, peningkatan penyaluran LPG di Sulawesi Tenggara didominasi oleh konsumsi LPG Non PSO yaitu naik 23% atau sebesar 12,71 Metrik Ton (MT)/hari dibandingkan penyaluran harian normal. “Kenaikan konsumsi LPG non subsidi ini terutama ditopang oleh peningkatan konsumsi Bright Gas tabung 12 Kg maupun 5,5 Kg yang semakin diminati konsumen di Sulawesi Tenggara,” ujar Roby.
 
Sedangkan untuk penyaluran LPG 3 Kg yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan usaha mikro, selama masa Ramadan hingga H-3 Idul Fitri hanya meningkat 2% dibandingkan konsumsi harian normal, yaitu dengan rata-rata konsumsi 126,58 MT/Hari. Kenaikan konsumsi ini, lanjut Roby, telah diprediksikan sebelumnya, karenanya Pertamina memastikan stok LPG tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat, khususnya mendekati masa lebaran ini.
 
Roby menambahkan, stok LPG khususnya LPG subsidi 3 Kg tersedia dan mencukupi dengan ketahanan stok mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hingga 7 hari ke depan. Pertamina akan terus berkordinasi dengan Pemda setempat dalam mengawasi distribusi LPG 3 Kg agar dapat tepat sasaran dalam pengunaannya. “Untuk memperoleh LPG 3 Kg, kami menghimbau agar masyarakat membelinya di pangkalan ataupun SPBU dengan stok tersedia dan harga yang sesuai HET setempat. Adapun untuk pasokan dan harga LPG di tingkat pengecer tidak dapat dikontrol Pertamina karena pengecer bukan lembaga penyalur resmi Pertamina,” jelasnya.
 
Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam menyampaikan informasi, keluhan ataupun masukan yang membangun atas pelayanan distribusi BBM dan LPG melalui Contact Pertamina di nomor 1-500-000 atau email pcc@pertamina.com. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kesetiaan masyarakat terhadap produk BBM dan LPG Pertamina. Pertamina akan terus senantiasa memenuhi kebutuhan konsumen dan meningkatkan kualitas pelayanan khususnya pada masa satgas Ramadan dan Idul Fitri 1439H/2018 hingga masa satgas berakhir,” tutup Roby. (***)
Tags :