KENDARI, TEROPONGSULTRA.ID - Hari buruh internasional yang setiap tahun diperingati pada tanggal 1 Mei merupakan hari perjuangan kaum buruh dalam meraih kendali ekonomi, serta politik dalam menuntut hak di sektor industrial.
Hal diatas dikatakan Jaswanto J, SH yang juga merupakan sekretaris DPD Partai Garuda Provinsi Sulawesi Tenggara (sultra) saat di temui teropong sultra.id selasa (01/5/2018)
" Kaum buruh merupakan tulang punggung tegaknya perekonomian dalam proses berjalannya roda ekonomi disuatu negara oleh karena itu wajib bagi pemerintah untuk mendengar, memperhatikan dan peduli terhadap nasib mereka, " kata Aktivis serikat buruh sejahtera DPW Sulawesi Tenggara ini.
Sebagai anak muda yang telah membaktikan diri didunia politik akan terus menyuarakan dan mengawal kebijakan pemerintah daerah disultra dalam memperjuangkan hak hak buruh," partai Garuda itu lahir dari rahim Rakyat didirikan oleh kaum muda yang sadar akan gerakan perubahan dalam mengakomodasi dan memperjuangkan suara kaum buruh, petani, nelayan, pedagang pasar, " ujarnya
Saat ditanya soal banyaknya TKA yang masuk bekerja diwilayah Sulawesi Tenggara, jaswanto yang juga mantan Ketua Lingkar studi mahasiswa Sulawesi Tenggara 2015 ini membenarkan bahwa jumlah TKA disultra telah mencapai ribuan, perkembangan TKA disultra telah lama kami amati dan melakukan advokasi terkait banyaknya TKA terkhusus tenaga kerja asal tiongkok masuk kerja di kawasan mega industry di Kab Konawe sangat memprihatinkan disaat kondisi masyarakat masih kekurangan lapangan pekerjaan justru pemerintah seolah mengimpor para pekerja asing masuk berbondong bondong di sultra dengan kebijakan yang mereka buat.
Kehadiran partai Garuda diseluruh Kabupaten Kota di sulawesi Tenggara diharapkan menjadi garda terdepan sebagai wadah perjuangan dari Garuda buruh untuk turut bersama dalam barisan Perubahan menyuarakan hak hak kaum buruh, "ungkapnya.
Tags :
