KENDARI - Rapat dengar pendapat yang di gagas komisi III Dewan perwakilan Rakyat Daerah Prov Sultra membahas dugaan penyerobotan lahan oleh PT. Rohul Energi indonesia di desa lengora kecamatan Kabaena tengah, kembali harus di jadwal ulang. Pasalnya, Direktur PT REI yang sedianya menghadiri rapat tersebut batal hadir.
Menanggapi ketidak hadiran Direktur PT REI, Ketua komisi III Suwandi Andi menyampaikan jika rapat dengar pendapat akan di jadwalkan ulang pada pekan depan.
"Dewan menjadwalkan ulang rapat dengar pendapat pada pekan depan. sebab hari ini meski kita telah mengikuti rapat dan mendengarkan aspirasi masyarakat namun Direktur perusahaan yang bersangkutan tidak hadir , " katanya kepada wartawan Selasa 19/1/21
Meski begitu, politisi Partai Amanat Nasional ini juga berharap agar dalam RPD mendatang pimpinan PT Rohul dapat hadir agar persoalan dugaan penyerobotan lahan masyarakat di Kabaena tengah dapat menemui titik terang.
Harapan kami selaku perwakilan Masyarakat, Direktur PT Rohul dapat hadir agar persoalan dugaan penyerobotan lahan ini segera di tuntaskan
Sementara itu, Ketua Lembaga Kajian Pembangunan Daerah dan Demokrasi (LKPD) Arham, sangat menyesalkan atas tidak hadirnya Direktur PT. Rohul. menurut dia rapat kali ini, tidak menghasilkan suatu keputusan seperti apa yang di inginkan oleh warga yang lahannya di serobot
"Sejatinya, di rapat yang penting ini, pimpinan PT Rohul hadir untuk menjawab semua polemik yang terjadi antara warga dan pihak perusahaan, "kesal Arham
Pantauan jurnalis TEROPONGSULTRA dalam rapat dengar pendapat itu, selain di hadiri oleh perusahaan yang di wakili oleh KTT, juga di hadiri oleh pihak pihak terkait seperti Dinas ESDM Prov Sultra, tokoh Masyarakat kecamatan Kabaena tengah, Polda Sultra serta Ormas LKPD
Laporan ; TIM
Tags :
