KENDARI - Anggota Komisi III Dewan perwakilan rakyat daerah provinsi sulawesi tenggara meninjau lokasi rencana pembangunan jembatan di kecamatan bondoala kabupaten konawe
Peninjauan ini lakukan bersama tim dari balai sungai guna melihat secara detail lokasi yang akan mengubungkan desa tabanggele dan bondola
Wakil ketua komisi III DPRD Prov sultra Aksan jaya putra kepada awak media saat di temui senin 6/7/2020 menuturkan kunjungan beberapa hari lalu kebondoala untuk memastikan titik lokasi jembatan yang akan di bangun
"Kami bersama rombongan, memastikan lokasi yang akan menjadi titik pembangunan jembatan itu ," jelasnya
Lebih lanjut Politisi partai Golkar ini mengatakan TIM suda melihat titik tersebut, mudah mudahan tahun depan suda bisa di anggarakan sebab persoalan jembatan itu sangat urgen," sebutnya
"Saya kira masyarakat akan lebih senang jika jembatan itu di bangun dan tentunya masyarakat juga tidak perlu lagi melewati jalan poahara besu yang rusak berat
Meski demikian, wakil ketua komisi III ini juga berharap agar rencana pembangunan jembatan itu cepat terlaksana.
"Kami DPR Provinsi cuma mempush agar kegiatanya segera bisa berjalan karena ini demi kepentingan masyarakat. hanya saja, sambung dia soal tersebut merupakan wewenang Balai sungai," katanya
Disisi lain, Politisi Partai Golkar ini juga menyoroti soal rusaknya jalan yang menghubungkan besu dan bondoala.
Aksan bilang, hasil rakor bersama kepala Balai jalan, disebutkan ruas dari poahara ke morosi itu kurang lebih 17 kilo meter dan bahkan Provinsi telah siap untuk menanggung 10 kilometer melalui APBN. sedangkan sisanya, kata aksan, Balai berharap DPR maupun Pemerintah Provinsi bisa menagih CSR kepada virtue sebab secara tidak langsung rusaknya jalan itu, di sebabkan aktivitas mereka juga.
Oleh karena itu, hasil rakor yang di hadiri oleh ketua DPR, akan mengusulkan kepada Gubernur bagaimana caranya melakukan komunikasi dengan pihak Virtue agar di carikan solusi.
Bahkan kata Aksan, pihak Balai juga suda menyampaikan kalau ini suda di setujui mereka siap MoU," jadi yang 10 kilometer Balai yang tangani dan rawat sedangkan 7 kilometer itu tanggung jawab virtu dan itu harus rijek beton tidak bisa dengan aspal biasa," pungkasnya
Laporan: TIM
Tags :
