PAPUA– (TEROPONGSULTRA) - Satuan tugas (Satgas) Pengamanan perbatasan (Pamtas) Yonif 725/Woroagi pos Yuruf, dibawah pimpinan Lettu Inf Herman, bersama 7 prajurit TNI lainnya, menggalang bantuan kemanusiaan untuk warga lanjut usia (lansia), janda tua, di kampung Yuruf, distrik Yaafi, Kabupaten Keerom, Papua, Minggu (7/4/2019). Bantuan yang disalurkan yakni bahan pangan berupa sembako.
Danpos Yuruf, Lettu Inf Herman, mengatakan, kegiatan ini rutin dilaksanakan tiap bulan oleh anggota pos Yuruf.
“Anggota pos Yuruf memang sudah sejak awal tiap bulannya berinisiatif menyisihkan bahan makanan (Bamak) yang mereka miliki untuk diberikan sebagai bantuan kepada warga lansia dan yg tidak mempunyai suami. Kegiatan ini didampingi oleh Ketua Marga Bapak Marten Kemo (57 Th),” terang Letnan Herman.
Sejumlah warga yang telah menerima bantuan dari pos Yuruf yakni Lenarda sumel (64). Sepeninggal sang suami 27 tahun silam, Lenarda sebatang kara membesarkan 2 orang anak, masing-masing yakni Ardi (30), yang sehari-harinya berprofesi sebagai guru honor, dan menetap di Kampung Akrenda. Lenarda juga memiliki seorang anak lainnya Remanus (20), tidak memiliki pekerjaan tetap, dan kerap berpindah-pindah, sehingga Lenarda Sumel otomatis menetap seorang diri di rumah sederhananya.
Lansia lainnya, yakni Margareta (50). Janda 3 orang anak yang juga bernasib sama seperti Lenarda. Penerima bantuan lainnya yakni Yustina (40), dan Ema Matar (76), janda dari dua anak yang saat ini menetap jauh di Sentani, Jayapura.
“Kegiatan sosial ini merupakan salah satu upaya yang kami lakukan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu terlebih kepada warga lansia, sehingga harapannya dengan apa yang kami lakukan ini bisa berguna dan bermanfaat serta bisa meringankan beban bagi masyarakat yang lebih membutuhkannya”, ujar Letnan Herman.
Hal senada juga dikatakan oleh Komandan Satgas (Dansatgas) Yonif 725/Woroagi, Letkol Infanteri Hendry Ginting. Menurutnya, kehadiran Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 725/Woroagi bukan hanya untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI di seluruh wilayah di Indonesia, namun juga merealisasikan misi kemanunggalan TNI dan rakyat dengan terjun aktif melayani masyarakat.
“Kehadiran prajurit TNI harus bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia. Khusus yang berada di wilayah perbatasan, TNI siaga memberikan pelayanan kesehatan, menjadi tenaga pendidik, mengajak masyarakat untuk hidup disiplin dan kegiatan bermanfaat lainnya, sehingga akan terwujudnya kemanunggalan TNI dengan Rakyat, karena rakyat adalah Ibu Kandung TNI,” tegasnya.
Bantuan kemanusiaan dari Satgas Yonif 725/Woroagi ini sendiri, mendapat respon positif dan apresiasi dari warga di sekitar wilayahnya. Tak hanya di wilayah sekitar perbatasan RI-PNG saja. Kinerja dan bakti TNI menjaga kedaulatan NKRI, dari Sabang hingga Merauke, sejatinya patut diberi penghargaan setinggi-tingginya. Perjuangan mereka menjaga kedaulatan NKRI, tidak mudah, sebab para prajurit TNI ini diharuskan siaga setiap saat. Prajurit TNI ditempa untuk siaga, tak mengenal resiko, medan ataupun cuaca buruk, demi membela NKRI.
“Terima kasih bapak-bapak TNI, semoga TNI makin dicintai oleh rakyat,” ujar Lenarda Sumel, salah satu warga perbatasan, penerima bantuan sosial dari Satgas Pamtas 725 Woroagi. (*)
Tags :
